Saya mungkin memiliki berita tengah musim panas terbaik yang pernah ada: Berkeringat dapat membantu menghilangkan jerawat. Ya. Aku tahu, berkeringat bisa mengganggu. Apalagi saat musim panas tiba, bertualang di luar membuat keringat (dan efek sampingnya) hampir tak terhindarkan. Hanya menjalankan tugas dalam panas dapat menyebabkan kehancuran riasan, pakaian bernoda keringat, dan tidak nyaman. Namun selain mengatur suhu tubuh, tahukah Anda bahwa keringat memiliki khasiat lain yang bermanfaat? Anda mungkin pernah mendengar itu keringat dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan jerawat — dan itu pasti bisa jika Anda menunggu terlalu lama sebelum mandi. Tetapi jika Anda mengatur waktu pembersihan dengan benar, berkeringat sebenarnya dapat memperbaiki warna kulit Anda.

Berkeringat dapat membantu mengurangi jerawat dengan membersihkan pori-pori yang tersumbat. Saat Anda berkeringat, pori-pori Anda terbuka, dan kotoran serta minyak yang menyumbatnya hanyut. Di sinilah masalah waktu masuk. Meskipun puing-puing ini keluar dari pori-pori, ia masih menempel di kulit sampai wajah dan/atau tubuh dicuci dengan benar. Tunggu terlalu lama, dan semua kotoran itu bisa kembali menyumbat pori-pori Anda. Jadi untuk memastikan keringat Anda bekerja untuk Anda dan tidak merugikan Anda, pastikan untuk mandi segera setelah Anda selesai berolahraga atau keluar dari panas. Tidak punya waktu untuk mandi? Cobalah membawa tisu bayi atau kain pembersih untuk membersihkan kulit setelah pori-pori Anda dibersihkan.

Jika Anda masih tidak yakin bahwa keringat tidak terlalu jahat seperti yang terlihat, berikut adalah tiga cara lain keringat benar-benar bermanfaat bagi tubuh Anda.

1. Berkeringat Mendetoksifikasi Tubuh

Atau berkeringat dan berpendar. Selain memurnikan pori-pori, keringat juga membantu mengeluarkan racun seperti alkohol, kolesterol, dan garam; meninggalkan kulit segar dan bercahaya. Jadi, alih-alih membersihkan jus, lain kali Anda perlu detoksifikasi, pergilah ke gym saja. Latihan kardio seperti bersepeda atau HIIT pasti akan menghasilkan banyak keringat.

2. Berkeringat Mencegah Pilek

Tahukah Anda bahwa keringat adalah sejenis antibiotik alami? Ini sebenarnya adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh, seperti yang dijelaskan oleh dokter kulit, Dr. Diane De Fiori: "Keringat mengandung peptida antimikroba (disebut dermcidin) efektif melawan virus, bakteri, dan jamur. Peptida ini bermuatan positif dan menarik bakteri bermuatan negatif, memasuki membran bakteri, dan memecahnya." Jadi, jika Anda menganggap diri Anda seseorang yang sering sakit, cobalah lebih sering berkeringat untuk membangun pertahanan kekebalan Anda.

3. Berkeringat Mengurangi Risiko Batu Ginjal

Batu ginjal adalah endapan kecil dan keras yang terbentuk di ginjal dari garam mineral dan asam. Mereka bisa sangat menyakitkan, tetapi mereka juga bisa dicegah dengan berkeringat. Hal ini karena keringat mengeluarkan garam dan menahan kalsium di tulang—keduanya akan berkontribusi pada batu ginjal. Selain itu, berkeringat menyebabkan kebutuhan untuk rehidrasi, dan minum cukup air dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Jadi pergilah dan keluarkan keringatmu.

Gambar: lzf/Fotolia; Giphy (3)